Poetry
with Word,
We BRING THE WORLD
Kutuliskan rima, sajak berbait untukmu azaria,
negeri khayal dalam benak yang tak tersentuh realita…..
hamparan yang ku tahu takkan pernah dapat kusebut
nyata
namun jelas ada,
ada jika perspektifnya sekedar bertolak pada
reflektif pikiranku saja,
Gila ???
Tidak,
Semua yang bagiku gila adalah melihat bagaimana
generasi muda hidup tanpa cita
tanpa impian dan menjebak dirinya dalam belenggu
realita
Kutuliskan rima, sajak berbait untukmu,
untukmu yang bersimbah darah sekedar tuk dapat
mengecap embun dipagi buta
ketidakpastian entah senja berikutnya akan ada atau tidak
ketidakpastian entah senja berikutnya akan ada atau tidak
untukmu dan semua getar ketakutan yang tak pernah
menyurutkan langkah
yang tak pernah berdamai dengan kata menyerah
pada konyolnya dunia
yang tak pernah tunduk pada kuasa, pada harta
pada singgasana dimana tirani dan ketidakpantasan
mereka merengkuh anugerah dengan amanah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar