Sabtu, 22 Maret 2014

Poetry


Poetry
with Word, We BRING THE WORLD


Kutuliskan rima, sajak berbait untukmu azaria,
negeri khayal dalam benak yang tak tersentuh realita…..
hamparan yang ku tahu takkan pernah dapat kusebut nyata
namun jelas ada,
ada jika perspektifnya sekedar bertolak pada reflektif pikiranku saja,
Gila ???
Tidak,
Semua yang bagiku gila adalah melihat bagaimana generasi muda hidup tanpa cita
tanpa impian dan menjebak dirinya dalam belenggu realita
Kutuliskan rima, sajak berbait untukmu,
untukmu yang bersimbah darah sekedar tuk dapat mengecap embun dipagi buta

ketidakpastian entah senja berikutnya akan ada atau tidak
untukmu dan semua getar ketakutan yang tak pernah menyurutkan langkah
yang tak pernah berdamai dengan kata menyerah
pada konyolnya dunia
yang tak pernah tunduk pada kuasa, pada harta
pada singgasana dimana tirani dan ketidakpantasan mereka merengkuh anugerah dengan amanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar